MEMBANGUN DESA DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENUJU MASYARAKAT DESA MELEK IT

Artikel

Sejarah Desa Gredek

29 Desember 2023 00:00:00  Administrator  686 Kali Dibaca 

Sejarah Desa Gredek dimulai dari keberadaan seorang Auliya Allah yang masih merupakan cucu dari Sunan Giri I (Raden Ainul Yaqin). Keberadaan esa Gredek bermula dari peperangan yang dilakukan olah kerajaan Mataram pada waktu di pimpin oleh Sultan Agung Mataram putra Raden Mas Jolang (Penembahan Krapyak) putra dari panembahan Senopati (Raden Danang Sutowijoyo), yang ingin meruntuhkan Giri kedhaton karena Sultan Agung Mataram tidak menghendaki adanya Suryo Kembar atau silsilah Raja Kembar di tanah jawa dan hanya boleh ada satu raja yang berkuasa di tanah jawa yaitu dia sendiri (Sultan Agung Mataram).

ketika panembahan Kawis Guwo (Putera dari Sunan Prapen) memimpin Giri Kedhaton, beliau selalu berusaha untuk tetap mempertahankan Giri dari perebutan kekuasaaan baik dari pihak Belanda dan dari Mataram. pada waktu wafatnya panembahan Kawis Guwo di tahun 1616 M, dilakukan pemilihan pemimpin atau raja untuk menggantikan Panembahan Kawis Guwo yang telah wafat. ketika itu datanglah Putra Sunan Giri I yaitu Pangeran Ardi pandan / jayengresmi / Raden Abdullah/ Syaikh Amongrogo yang dikenal dengan dengan gelar sunan Kidul. Beliau datang ke Giri untuk sowan pada saat wafatnya Panembahan Kawis Guwo, beliau bersamna putranya yang ke 9 yaitu Raden Wuryadi / Syaikh Rogo Jati / Pangeran Senopati yang kemudian pada waktu itu sempat diberi gelar nama Sunan Gredek.

Pangeran Ardi Pandan dipilih sebagai Raja Giri, akan tetapi beliau tidak berkenan untuk menjadi raja di Giri karena lebih memilih untuk syiar agama Islam di daerah Gunung Pandan, daerah ini berada diantara wilayah Bojonegoro, madiun, nganjuk, akhirnyadipilijlah Raden Bagus Mukmn putra panembahana Kawis Guwo sebagai raja di Giri Kedhaton dengan gelar panembahan Agung Giri. Karena Pangeran Ardi pandan tidak berkenan menjadi Raja Giri tapi lebih memilih untuk berdakwah di daerah Gunung Pandan maka beliau di beri Gelar nama Sunan Kidul Ardi Pandan.

meskipun Sunan Kidul tidak berkenan menjadi raja, beliau menitipkan putranya yang bernama Raden Mas Wuryadi untuk mendapingi dan membantu panembahan Agung dalam memimpin Giri Kedhaton. di Kedhaton Giri, Raden Mas Wuryadi membentuk kekuatan militer untuk menjadi kekautan prajurit Giri yang mumpuni. dengan bekal ilmu ke tata prajurit an yang di dapat dari Ki ageng Rogowilah di Ardi Merapi (Gunung Merapi), beliau membentuk sebuah kekuatan militer prajurit yang mumpuni dan diberi nama Laskar Hizbullah Giri. 

pada tahun 1625, saat Matram di pimpin Sultan Agung sedang memperluas daerah kekuasaan dan telah menaklukan daerah Tuban, Madura, Pasuruan dan Surabaya, tinggalah sqatu kekuatan yang belum di tundukkan yaitu Giri Kedhaton. Karena Sultan Agung Mataram menganggap bahwa Giri Kedhaton adalah kelilip (Istilah Jawa) yakni yang menghalangi kekuasaan Sultan Agung sepenuhnya di tanah Jawa, maka Sultan Agung berkendak untuk menundukan Giri Kedhaton supaya tidak kelilip dalam kekuasaannya. akan tetapi Sultan Agung Mataram tidak berani menyerang Giri sedikitpun, begitu jug apara pasukannya. hal ini dikarenakan masih mempunyaii rasa takut akan kekaromahan dari kanjeng Sunan Giri I itu sama juga mennatang karomah dari Sunan Giri I.

 maka pilihlah Pangeran Pekik Suroboyo putro pangeran Joyolengkoro yang masih keturunan ke 7 dari Sunan Ampel Dento, karena pertimbangan Sultan agung bahwa yang bisa menundukkan ulama Giri harus sesama ulama', dalam hal ini Sunan Giri I dalah murid Sunan Ampel, jadi keturunan Sunan Ampel lah yang bisa menundukkan keturunaqn dari Sunan Giri I, karena pamor Sunan Ampel lebih besar dikarenakan Sunan Ampel adlah guru dari Sunan Giri I. Ketika pangeran Pekik harus menerima permintaan Sultan Agung apalagi Pangeran Pekik dinikahkan dengan adik Sultan Agung yang bernama Nyai Pandan sari. setelah itu di sepkati maka Pangeran Pekik mengirimkan telik sandi untuk memantau kondisi Giri Kedhaton dan disitu dai melihat bagwa Giri sudah mempunyai kekuatan prajurit yang cukup besar dan mumpuni yang diberi nama laskar Macan abang.

Setelah Sultan Agung dan pangeran Pekik mengethui kondisi dan kekuatan Giri Kedhaton, mulailah persiapaan peperangan di gerakkan. setelah melalui musyawarah dan pertimbangan, akhirnya penyerbuan pun dilakukan. pada tahun 1635 penyerangan ke Giri Kedhaton dijalankan, sehari sebelum peperangan terjadi Penembahan agung sudah terlebih dahulu mengetahui jika akana ada pperangan terjadi penembahan Agung sudah terlebih dahulu mengetahui jika akan ada penyerangan besar- besaran dari Mataram dan Suroboyo, karena itu panembahan Agung memerintahkan kepada Raden Hendroseno seorang chino muslim yang amasih ada bhubungan keponkana dengan Giri dalam menghadapi serangan Mataram dan Suroboyo, karena pemimpin dari Laskar Macamn Abang adalah Raden Mas Wuryadi maka oleh Panembahan Agung diberi Gelar Pangeran Senopati Giri. 

namun tidak berapa lama berselang, datanglah pangeran pekik sendirian ke Giri Kedhaton menghadap Panembahan Agung, ketika itu Pangeran Pekik meminta supaya Panembahan Agung mneyrah dan mengakui kedaulatan Sultan agung sebagai Raja Tanah Jawa dan Giri berada dalam kekuasaannya sehingga tidak perlu tgerjadi peperangan, tapi kalau Giri tidak mau tunduk dan mengakui kedaulatan Mataram, maka Giri akan dibumi hanguskan, ketika itu Panembahan Agung bertanya pada Raden Hendroseno apakah kamu siap dan sanggup membendung kekuatan dari Mataram dan Surabaya, raden Hendroseno menjawab saya dan seluruh prajurit saya siap membendung dan mempertahankan dari serangan Mataram dan Suroboyo demi keutuhan Giri Kedhaton, kemudian Panembahan Agung bertanya pada Raden Mas Wuryadi selaku Senopati Giri Kedhaton apakah kamu sanggup wahai senopatiku, Raden Mas Wuryadi lahir bathin saya siap bersama Laskar Macan Abang demi tegaknya Amar ma'ruf Nahi Munkar.

setelah mengetahui jawaban itu Pangeran Pekik undur diri pulang dengan hati menangis karen aperang saudara taka akan terelakkan lagi, Ampel dan Giri yang sejatinya guru dan Murid kinasih kini menjadi musuh yang tak bisa dihindarkan lagi dalam peperangan, fajar menjelang di tahun 1635 p-rajurit dari mataram berangkat ke Giri Kedhaton dengan Jumlah 800 orang dan pasukan Surabaya berangkat kre Gir8i dengan kekuatan  gabungan dengan mataram sejulah 1500 pasukan , kletika itu pasukan Giri dibawah pimpinan pangeran senopati berangkat ke arah lamongan dengan julah pasukan 300 orang dan pasukan raden hendroseno dengan jumlah 250 orang yang dipersiapkan di Giri Kedhaton bersama Laskar Macan Abang sebagian.

sampailah pasukan Laskar Macan Abang pimpinan Pangeran Senopati di sebuah daerah yang dinamakan lebak dan pasukan Mataram juga sudah sampai di tempat itu perangpun pecah, pasukan Pangeran Senopati yang diikuti oleh Panji Laras dan Panji Liris yang pada waktu sebelum kejdian peperangan ini pasukan yang dibawa Panji Laras dan Panji laras pernah dikalahkan ole pasukan Sengguruh di Lamongan, kini berjuang bersama Pangeran Senopati untuk menghadapi pasukan Mataram, karena jumlah pasukan yang tidak seimbang antara pasukan Giri dan Mataram karena pasukan Mataram lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan pasukan Laskar Macan abang Giri. maka pangeran Senopati menggunakan ilmu dan karomah beliau yaitu ilmu mecah rogo yang pernah di dapatkan dari Ki Ageng Rogo Wilah Merapi, sehingga jumlah pasukan Giri bisa mengimbangi jumalah pasukan Mataram dengan satu terikan komando Pangeran Senopati GRADAK MATARAM maka perangpun terjadi.

Dalam penegelut perang Panji Laras dan panji Liris melihat adik kandungnya yang bernama Panji Anom bereperang di pihak Mataram, Ketika Panji Laras dan Panji Liris melihat adiknya hendak di bunuh Prajurit Giri waktu itu diketahui oleh Pangeran senopati dan melihat Panji Laras dan Panji Liris berbalik menyerang tentara Giri, Akhirnya Pangeran Senopati bertindak dan melukai Panji laras dan Panji Liris. mengetahui Senopatinya yang melukai maka Panji Laras dan Pqanji Liris pun kabur beserta Panji Anom, Mereka dikejar oleh dua Orang Punggawan macan Abang hingga sampai disuatu tempat dimana tempat itu kedua punggawan itu nyengkAK - NYENGKAK NE ambekane keroso nyumengko sehingga kedua punggawan itu wafat ditempat itu. Dan ditempat itu di namakan Nyumengko dan ditemapt itu sekarang menjadi SUMENGKO.

Sedangkan Panji  Laras dan panji Anom lari sampai kedaerah Miru kemudian Panji Laras Wafat dan Panji Liris lari kerah Tuban, serta Panji anom wafat saat perjalana ketika lari kembali ke Mataram.

Salah seorang Senopati Mataram ketika bertarung disitu ketika menghadapi Pangeran Senopati dalam bertarung 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Unduh Lampiran:
Sejarah Desa Gredek

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Statistik

 Arsip Artikel

 Agenda

Belum ada agenda

 Sinergi Program

 Pemerintah Desa

 Komentar

 Peta Wilayah Desa

 Peta Lokasi Kantor


Kantor Desa
Alamat : DESA GREDEK RT 09 RW03
Desa : Gredek
Kecamatan : Duduksampeyan
Kabupaten : Gresik
Kodepos : 61175
Telepon :
Email : [email protected]

 Statistik Pengunjung

  • Hari ini:136
    Kemarin:316
    Total Pengunjung:49.590
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:172.71.28.169
    Browser:Mozilla 5.0

 Jam Kerja

  • Hari Mulai Selesai